1. Kopi Arabica.
Biji kopi arabica kering
Pohon kopi arabica
Kopi Arabica telah menjadi kopi nomor 1 di dunia, meliputi 60-70% kopi dunia. Harganya lebih mahal dibandingkan kopi robusta. Hal ini terjadi karena budidayanya yang cukup sulit, yaitu membutuhkan syarat tumbuh pada ketinggian tertentu dan pohonnya sangat mudah terkena hama dan penyakit.
Bibit kopi arabica pertama kali dibawa ke Indonesia oleh Kompeni Belanda pada abad ke 16 bibitnya didatangkan dari Yaman. Kompeni Belanda menumbuhkan sistem kerja paksa untuk perkebunan kopi di Jawa dan Suriname.
2. Kopi Robusta.
biji kopi robusta kelas A yang terbaik
Biji kopi robusta pertama kali ditemukan di Kongo tahun 1898. Kopi Robusta dapat dikatakan kopi kelas 2, karena memiliki rasa lebih pahit, agak asam dan kandungan kafein cukup tinggi dibanding kopi arabica, kopi robusta mengandung 1,48 % kafein sedangkan kopi arabica mengandung 1,10% kafein…selain itu kopi robusta mudah ditumbuhkan pada ketinggian mulai 800 m diatas permukaan laut, dan tahan terhadap hama penyakit sehingga lebih mudah dibudidayakan dibanding kopi arabica. Perkebunan kopi robusta sangat luas terdapat di Brazil, Indonesia, Malaysia, Suriname, Carribian, dsb. Lebih dari 40 negara di dunia memproduksi kopi robusta.
Pohin kopi robusta (coffea Canephora)
MENYAJIKAN KOPI ARABICA
Dallah dan Pinjan Gahwah
Kebudayaan minum kopi arabica di Timur Tengah telah merupakan budaya kehormatan untuk menjamu tamu ataupun di pesta - pesta perhelatan bahkan dalam acara Tahlilan/Berkabung. Kopi Arabica sudah merupakan minuman yang menjadi lambang penghormatan.
Satu pinjan gahwah harus dituangkan langsung di depan tamu.
Biasanya orang arab meminum kopi ini diiringi korma atau cokelat.
MENYAJIKAN KOPI ROBUSTA ATAU KOPI HITAM ALA TIMUR TENGAH
Saya tidak akan membahas lagi penyajian kopi robusta yang sudah begitu umum di Indonesia maupun di seluruh dunia, apalagi di gerai-gerai kafe. Maraknya kopi instan telah membuat penyajian kopi ini begitu mudah.
Yang berbeda adalah kebiasaan di daerah arab seperti Syria, Jordania, Yaman. Mereka memiliki cara penyajian yang cukup unik dalam menyajikan kopi hitam atau kopi robusta. Umumnya mereka menyebutnya kopi Turki atau Gahwah Turki. Cara mereka menyajikan kopi tergambar dalam gambar di bawah ini. Di dalam kebudayaan arab tradisional, mereka tidak menyajikan kopi hitam yang bisa disebut kopi Turki ini ke dalam mug atau cangkir besar, melainkan cangkir kecil yang akan habis dalam sekali atau dua kali teguk saja.
Kopi robusta didihkan dalam air sampai berbuih/berbusa.
kopi kental dituangkan ke dalam cangkir kecil
khusus kopi hitam. Cangkir ini sangat kecil dibanding ukuran mug atau
cangkir yang biasa kita pakai di Indonesia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar