Senin, 06 Februari 2012

Sejarah Kopi

SEJARAH KOPI
1.  Kopi Arabica.
1323383863122318848
Biji kopi arabica kering
Dalam klasifikasi ilmiah, kopi ini termasuk ke dalam famili lxoroideae, Bangsa Coffeae, dan spesiesnya disebut Coffea Arabica.  Dalam Wikipedia dituliskan, menurut legenda, pertama kali pohon kopi ditemukan oleh seorang penggembala kambing, seorang pemuda arab bernama Kaldi.  Kaldi memperhatikan bahwa kambing-kambingnya menunjukkan gejala segar gembira setelah memakan biji dan daun kopi.  Kemudian penggembala ini mencoba menanam dan memakan biji dan daun yang ternyata memiliki efek menguatkan tubuh.  Sehingga secara orisinal kosa kata kopi berasal dari bahasa Arab Gahwah, yang berarti kekuatan.  Orang Turki kemudian menyebutnya Kahveh, dan orang Belanda menyebutnya koffie, orang Inggris menyebutnya coffee, dan kita orang Indonesia menyebutnya kopi.
1323389878168221397
Pohon kopi arabica
Jadi yang pertama kali ditemukan orang dalam kebudayaan adalah kopi arabica.  Menurut Wikipedia terjadi sekitar abad ke-15.  Kopi ini pertama kali dibudidayakan di daerah Arab Peninsula, sehingga dikenal luas sebagai kopi arabica.
Kopi Arabica telah menjadi kopi nomor 1 di dunia, meliputi 60-70% kopi dunia.  Harganya lebih mahal dibandingkan kopi robusta.  Hal ini terjadi karena budidayanya yang cukup sulit, yaitu membutuhkan syarat tumbuh pada ketinggian tertentu dan pohonnya sangat mudah terkena hama dan penyakit.
Bibit kopi arabica pertama kali dibawa ke Indonesia oleh Kompeni Belanda pada abad ke 16 bibitnya didatangkan dari Yaman.  Kompeni Belanda menumbuhkan sistem kerja paksa untuk perkebunan kopi di Jawa dan Suriname.
2.  Kopi Robusta.
13233840381891081601
biji kopi robusta kelas A yang terbaik
Dalam klasifikasi ilmiah, kopi robusta berasal dari famili lxoroideae, bangsa coffeae, dan spesies coffea canephora.
Biji kopi robusta pertama kali ditemukan di Kongo tahun 1898.  Kopi Robusta dapat dikatakan kopi kelas 2, karena memiliki rasa lebih pahit, agak asam dan kandungan kafein cukup tinggi dibanding kopi arabica, kopi robusta mengandung 1,48 % kafein sedangkan kopi arabica mengandung 1,10% kafein…selain itu kopi robusta mudah ditumbuhkan pada ketinggian mulai 800 m diatas permukaan laut, dan tahan terhadap hama penyakit sehingga lebih mudah dibudidayakan dibanding kopi arabica.    Perkebunan kopi robusta sangat luas terdapat di Brazil, Indonesia, Malaysia, Suriname, Carribian, dsb.  Lebih dari 40 negara di dunia memproduksi kopi robusta.
13233850581865089290
Pohin kopi robusta (coffea Canephora)
Di Indonesia kini lebih banyak perkebunan kopi robusta dibanding kopi arabica, hal ini disebabkan dalam sejarah perkebunan kopi Indonesia pada suatu waktu perkebunan kopi arabica terkena hama luar biasa, dan mengalami kesulitan pemasaran.   Dalam perkembangan perdagangan kopi di Indonesia permintaan pasar yang meminta kopi robusta lebih meningkat dari tahun ke tahun, sehingga bagi petani ataupun pemilik perkebunan lebih tertarik menanam kopi robusta karena tidak sulit memasarkannya dan merawat tanamannya.
MENYAJIKAN KOPI ARABICA
13233864491590503819
Dallah dan Pinjan Gahwah
Di Kawasan Arab, pot khusus untuk kopi arabica disebut Dallah, sedangkan cangkir kopinya disebut pinjan gahwah.  Bentuk tradisionalnya seperti dalam foto.  Namun kini para ibu rumahtangga banyak menggunakan french press atau termos yang beraneka ragam bentuk dan warnanya.  Selain pot atau termosnya khas, mug atau gelas untuk minum kopi arabica juga khas disebut pinjan gahwah.
Kebudayaan minum kopi arabica di Timur Tengah telah merupakan budaya kehormatan untuk menjamu tamu ataupun di pesta - pesta perhelatan bahkan dalam acara Tahlilan/Berkabung.  Kopi Arabica sudah merupakan minuman yang menjadi lambang penghormatan.
13233869461930689073
Satu pinjan gahwah harus dituangkan langsung di depan tamu.
Kopi arabica rasanya tidak terlalu pahit, warnanya pun tidak hitam.  Biasanya dicampurkan bermacam-macam wangi-wangian, umumnya adalah kapolaga bubuk.  Sebagian orang arab juga membubuhkan saffron atau pewarna kuning untuk menghasilkan warna kopi yang cantik dan ada  juga membubuhkan kayu manis.  Dalam perjamuan, kopi arabica akan disodorkan dengan etika : Dallah dipegang tangan kiri, dan pinjan gahwah dipegang tangan kanan, dituangkan langsung dari Dallah ke pinjan di depan tamu, tidak disertai nampan atau baki.  Dalam kebudayaan arab menyajikan kopi arabic dalam keadaan sudah dituangkan ke cangkirnya dari sejak di dapur adalah tidak sopan.  Harus dituangkan di depan tamunya.
Biasanya orang arab meminum kopi ini diiringi korma atau cokelat.
MENYAJIKAN KOPI ROBUSTA ATAU KOPI HITAM ALA TIMUR TENGAH
Saya tidak akan membahas lagi penyajian kopi robusta yang sudah begitu umum di Indonesia maupun di seluruh dunia, apalagi di gerai-gerai kafe.   Maraknya kopi instan telah membuat penyajian kopi ini begitu mudah.
Yang berbeda adalah kebiasaan di daerah arab seperti Syria, Jordania, Yaman.  Mereka memiliki cara penyajian yang cukup unik dalam menyajikan kopi hitam atau kopi robusta.  Umumnya mereka menyebutnya kopi Turki atau Gahwah Turki.  Cara mereka menyajikan kopi tergambar dalam gambar di bawah ini.  Di dalam kebudayaan arab tradisional, mereka tidak menyajikan kopi hitam yang bisa disebut kopi Turki ini ke dalam mug atau cangkir besar, melainkan cangkir kecil yang akan habis dalam sekali atau dua kali teguk saja.
1323388402366006359
Kopi robusta didihkan dalam air sampai berbuih/berbusa.
13233885471621513242
kopi kental dituangkan ke dalam cangkir kecil khusus kopi hitam. Cangkir ini sangat kecil dibanding ukuran mug atau cangkir yang biasa kita pakai di Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar